Tugas Meresume 1 September


-Materi pertama

Judul: Penguatan Literasi keuangan dan kesejahteraan Mahasiswa

Oleh: Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D

Penguatan Literasi keuangan dan kesejahteraan Mahasiswa (Resume)

Surabaya - Zaman sekarang, membeli sesuatu menjadi lebih mudah dengan hadirnya berbagai aplikasi berbasis online. Hampir semua kebutuhan dapat dicari dengan cepat sehingga dapat mempersingkat waktu. Namun, jika tidak digunakan secara bijak, hal ini dapat berdampak pada keuangan dan menimbulkan kesulitan di kemudian hari.

Aset yang paling berharga sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Di Indonesia, penghasilan utama para pensiunan masih diperoleh dari bekerja atau berwirausaha, Gaji anak atau Menantu dan dana pensiunan atau jaminan. Sebenarnya, terdapat banyak sumber pendapatan lain yang bisa dimanfaatkan. Rata - Rata masyarakat Indonesia tidak memiliki persiapan keuangan di masa tua. Hal ini mengakibatkan masalah kemiskinan hingga terjebak utang piutang Dimana mana. Agar hal ini tidak terjadi, kita harus mengelola keuangan sejak dini, karena menabung saja tidak cukup untuk menutup keperluan dimasa depan.

Saat menerima gaji, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyisihkannya untuk menabung. Sisanya baru dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Dalam membeli sesuatu, kita juga perlu mempertimbangkan manfaatnya, seperti untuk kebutuhan pangan, serta kualitas barang yang dapat menjadi bentuk investasi jangka panjang.


Perlu diingat, menabung saja tidak membuat seseorang menjadi kaya, tetapi orang kaya pasti menabung. Menabung merupakan kunci awal menuju keuangan yang sejahtera. Jika dilakukan dengan disiplin dan dibarengi investasi, hasilnya akan sangat baik bagi kondisi keuangan. Namun, tantangan utama dalam investasi adalah inflasi, karena nilai mata uang bisa menurun dan harga barang cenderung meningkat seiring waktu.

Langkah Memulai Investasi:

1. Tentukan tujuan investasi.

2. Tentukan jangka waktu investasi.

3. Pahami profil risiko.

4. Atur alokasi investasi.

5. Lakukan tinjauan secara berkala.

 

Untuk mendapatkan hasil maksimal, mulailah dengan langkah kecil dari sekarang. Langkah kecil yang konsisten akan menjadi lompatan besar di masa depan.


-Materi kedua

Judul:  Sistem pendidikan tinggi Unusa

Oleh:Prof. H. Kacung Marijan Drs., MA. Ph. D.

Sistem pendidikan tinggi Unusa (Resume)



Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memiliki tiga lokasi kampus, yaitu:Kampus A: Jl. Smea No.57, Wonokromo, Surabaya.

Kampus B: Jl. Raya Jemursari No.51–57, Jemur Wonosari, Surabaya (berada satu lingkungan dengan Rumah Sakit Islam Jemursari).

Kampus C: Jl. Tenggilis Utara No.14, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

 Sejak berdiri pada tahun 2013, UNUSA telah memperoleh akreditasi dan berhasil meraih status Akreditasi Unggul sejak dua tahun terakhir. Saat ini, UNUSA memiliki 23 program studi yang tersebar di 5 fakultas.

 UNUSA berkomitmen untuk mencetak lulusan yang jujur, berprestasi, unggul, dan berjiwa wirausaha. Sesuai dengan visi dan misi yang dicanangkan, UNUSA berupaya menjadi universitas terkemuka dan unggul di Asia Tenggar. Untuk mewujudkan hal tersebut, sejak awal berdiri UNUSA telah merancang berbagai strategi pengembangan.


 Sebagai bagian dari upaya tersebut, UNUSA menjalin kerja sama internasional dengan universitas di Singapura, Malaysia, dan Taiwan untuk belajar dan mengadaptasi praktik terbaik pengelolaan pendidikan tinggi.

 Selain fokus pada akademik, UNUSA juga menyediakan beragam aktivitas dan fasilitas untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengasah bakat dan minat mereka melalui berbagai organisasi, komunitas, maupun kegiatan non-akademik yang tersedia di kampus.


- Materi ketiga

Judul:  "Mahasiswa bebas narkoba untuk mendukung generasi rahmatan Lil'alamin UNUSA"

Oleh: Teguh Sugiarto

 

Mahasiswa bebas narkoba untuk mendukung generasi rahmatan Lil'alamin UNUSA (Resume)


Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Zat ini dapat berasal dari tanaman maupun sintetis, dan dapat memengaruhi kesadaran serta daya pikir penggunanya.

Meskipun sering dianggap negatif, narkotika sebenarnya juga bermanfaat di dunia medis, misalnya digunakan sebagai obat bius saat operasi.

Secara global, ada dua masalah utama terkait narkoba, yaitu penyalahgunaan dan peredaran gelap. Penyebaran narkoba banyak terjadi di berbagai wilayah dunia, seperti di kawasan Golden Peacock (Afghanistan, Iran, Pakistan) dan Golden Triangle (Thailand, Myanmar, Laos, dan China). Di Indonesia, kondisi demografis dan banyaknya jalur masuk tidak resmi membuat negara ini menjadi sasaran pemasaran narkoba.

Strategi umum penanganan masalah narkoba meliputi:

1. Pencegahan – Membangun ketahanan masyarakat agar terhindar dari pengaruh buruk narkoba.

2. Pemberantasan– Mengungkap dan menindak tegas penyelundupan serta peredaran narkoba.

3. Rehabilitasi – Memulihkan pengguna narkoba dari ketergantungan agar bisa kembali hidup sehat.

Jenis-jenis narkoba antara lain:

1. Narkotika – Zat dari tanaman atau sintetis yang dapat menghilangkan rasa, mengurangi rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan.

2. Psikotropika– Zat alamiah atau sintetis (selain narkotika) yang memengaruhi saraf pusat sehingga dapat menyebabkan halusinasi.

3. Bahan Adiktif – Zat selain dua golongan di atas yang menimbulkan rasa sakit luar biasa, ketidaknyamanan, dan kelelahan pada penggunanya.

Penggunaan narkoba secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan otak kronis yang sulit disembuhkan, bahkan berujung pada kematian. Jika ada orang di sekitar yang sudah terlanjur menggunakannya, segera beri bantuan dengan menyerahkannya ke pihak berwenang agar mendapatkan rehabilitasi. Dengan begitu, mereka dapat diselamatkan sebelum kondisinya menjadi lebih parah.


Media Sosial Unusa: 

Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb

Instagram: https://www.instagram.com/unusa official/

Youtube: https://www.youtube.com/@unusa official 

Tiktok: https://www.tiktok.com/@unusa official


Kunjungi Blog teman saya: gitapuspa22





 


Comments

Popular posts from this blog

Gandeng Kwarda Jatim, 118 Mahasiswa PGSD dan PPG Unusa Antusias Ikuti Kursus Mahir Pramuka (Resume)

Tugas Resume Prodi

Tugas Meresume 2 sep