Tugas Meresume 2 sep

 

- Materi Satu

Judul: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Oleh: KH Ma'ruf Khozin

Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi (Resume)

Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang yang dipercaya untuk mengemban tanggung jawab, namun wewenang tersebut dimanfaatkan demi keuntungan pribadi atau kelompok. Di Indonesia, praktik korupsi masih terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan. Tercatat, 25 dari 34 provinsi masih terlibat dalam tindak kejahatan ini.

Korupsi tidak hanya terjadi di kalangan pemerintah, tetapi juga di lingkungan sekitar kita. Contohnya, penyalahgunaan dana beasiswa, titip absen, menyontek, atau mark-up anggaran kegiatan.

 Jenis-Jenis Korupsi

1. Grand Corruption

   Korupsi yang melibatkan pejabat tinggi atau pihak berpengaruh dengan nilai yang sangat besar, misalnya:

- Penggelapan hasil bumi milik negara.

- Proyek infrastruktur berskala besar atau pembelian alat negara.

2. Petty Corruption

   Korupsi yang dilakukan oleh masyarakat umum atau pihak pelayanan publik, seperti:

- Membayar uang tilang agar lolos dari hukuman.

- Memberi uang tambahan agar proses pembuatan SIM lebih cepat.

3. Political Corruption

   Korupsi yang berkaitan dengan proses politik untuk keuntungan pribadi atau partai politik, misalnya:

- Suap untuk mendapatkan dukungan politik.

- Manipulasi anggaran demi membiayai kampanye partai

 

Akibat Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kualitas sumber daya manusia dan harapan masyarakat. Hal ini berdampak besar pada kesejahteraan dan masa depan bangsa.

 Dampak Korupsi merusak tatanan hukum. Banyak warga merasa hukum tidak adil ketika melihat pejabat melanggarnya. Ketidakadilan ini memicu demonstrasi dan kekacauan di berbagai kota. Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan, gaji menurun, sementara harga kebutuhan pokok terus naik. Kondisi ini semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat.

Indonesia sebenarnya tidak kekurangan orang pintar karena banyak kampus menghasilkan lulusan berprestasi. Namun, yang kurang adalah orang-orang jujur dan berintegritas.

Korupsi di Indonesia tidak akan berhenti jika hanya mengandalkan penindakan hukum. Penanaman karakter integritas harus dimulai sejak dini agar generasi muda sebagai penerus bangsa tidak melanjutkan budaya korupsi. Jiwa cinta tanah air, keimanan, dan kepedulian terhadap masyarakat harus terus dipupuk.

Sebagai institusi pendidikan, Unusa diharapkan dapat mencetak generasi bangsa yang berpendidikan, berintegritas, serta berperan aktif dalam perbaikan sistem, edukasi, kampanye antikorupsi, dan pemberdayaan masyarakat.

 

 

 

- Materi Dua

Judul: Kehidupan Kampus, Tata Krama, dan Norma Kehidupan Kampus: Terampil serta Bijak dalam Berkomunikasi Melalui Media Sosial

Oleh: Dimas Chairullah, S.Sos


Kehidupan Kampus, Tata Krama, dan Norma Kehidupan Kampus: Terampil serta Bijak dalam Berkomunikasi Melalui Media Sosial (Resume)

Bijak dalam bermedia sosial sangatlah penting agar kita tidak mudah terprovokasi, terutama di di era saat ini yang membuat informasi tersebar begitu cepat dan luas.

Media sosial bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, media sosial bisa memberi dampak positif, seperti memudahkan kita mengetahui perkembangan zaman dan mencari informasi dengan cepat. Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat berdampak negatif, termasuk memengaruhi kesehatan mental kita, karena adanya standar sosial yang terus berubah seiring berjalannya waktu.

Sebagai netizen, kita harus cerdas dan santun. Ingat, jejak digital sulit dihapus. Etika bukan hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di media sosial. Walaupun kita berusaha menghapus postingan atau komentar di media sosial, jejak kita bisa tetap ada karena mungkin seseorang  sudah mengambil tangkapan layar (screenshot) ataupun seseorang telah membagikan konten tersebut dengan orang lain. Dampak jangka panjangnya pun besar, bisa memengaruhi peluang kerja, beasiswa, bahkan hubungan baik dengan orang lain.

Dalam menggunakan media sosial, lindungilah data pribadi. Hati-hati dalam memilih teman online atau kegiatan sukarelawan (volunteer) yang kita ikuti. Jangan sembarangan memberikan informasi pribadi karena dapat dimanfaatkan untuk penipuan atau kejahatan lainnya.

Di media sosial banyak sekali penyebaran hoaks atau berita penipuan. Hoaks sering kali menggunakan judul sensasional untuk menarik perhatian. Jangan hanya membaca judulnya, tetapi bacalah keseluruhan isi informasi dan pastikan kebenarannya. Kunci melawan hoaks adalah “saring sebelum sharing”. Dengan begitu, kita bisa menjadi netizen yang cerdas sekaligus santun.

Selain itu, jangan sampai terjebak pada standar kesempurnaan di media sosial. Ingat, media sosial hanya menampilkan sisi indah kehidupan seseorang, bukan keseluruhan realitasnya. Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain tapi fokuslah pada pengembangan diri sendiri. Itulah kunci untuk bertumbuh dan menjadi versi terbaik dari diri kita.

 

- Materi Tiga

Judul: Pengembangan karakter mahasiswa: Anti Plagiarism

Oleh: Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D.

Pengembangan karakter mahasiswa: Anti Plagiarism (Resume)

Unusa

Salah satu tanggung jawab yang harus mahasiswa laukan Adalah tanggung jawab mahasiswa tanggung jawab akademik yaitu melakukan pekerjaan akademik secara jujur tanpa melakukan plagiatisme. Karena, Dampak plagiarisne tidak bisa ditoleransi secara akademik yang impack yang sangat besar contohnya ketua BEM fakultas Ui melakukan kegiatan aliansi net zero tanpa koordinasi izin pemilik karya.

 Menurut KBI plagiarisme adalah tindakan yang melanggar hak cipta yang mengambil karangan atau sebuah sumber tanpa meminta izin dan mengakuinya seolah olah karya itu milik mereka.

 Kenapa plagiatisme sampai sekarang masih terjadi terutama di kalangan mahasiswa?

1. Pentingnya memahami apa itu plagiarisme

Mahasiswa harus paham apa itu arti plagiatisme agar menghindari tindakan tersebut

2. Takut gagal

Mereka cenderung tidak percaya diri terhadap karya yang mereka hasilkan

3. Tidak sengaja melakukan plagiatisme

Kebanyakan dari mereka tidak mau mencari sumber sumber lain yang berkaitan dengan apa yang mereka buat atau ciptakan

4. Lupa untuk mencantumkan sumber rujukan

Hal ceroboh ini berdampak sangat besar seperti contoh ketua BEM UI yang lupa mencantumkan sumber rujukan sehingga dipecat dengan cara yang tidak layak.


Di Unusa punya beberapa kegiatan untuk mendukung atau mengajari mahasiswanya untuk Megajarkan penulisan akademik secara baik. Unusa juga memfasilitasi kegiatan ukm penulisan jurnalistik ataupun karya tulis ilmiah. Tak hanya memberi fasilitas tapi mereka juga akan mengajarkan bagaimana agar karya tersebut tidak masuk ke karya plagiatisme.

 

Link media sosial Unusa:

Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb

Instagram: https://www.instagram.com/unusa official/

Youtube: https://www.youtube.com/@unusa_official

Twitter (X): https://x.com/unusa official?lang=en

Tiktok: https://www.tiktok.com/@unusa_official


Mampir ke Blog teman saya : finafaiqaizzihny

 

Comments

Popular posts from this blog

Gandeng Kwarda Jatim, 118 Mahasiswa PGSD dan PPG Unusa Antusias Ikuti Kursus Mahir Pramuka (Resume)

Tugas Resume Prodi